Keamanan Pangan |
Awas, Makanan Mengandung Akrilamida |
| Anda penggemar keripik kentang dan kentang goreng? Mungkin ada baiknya jika anda mulai mengurangi mengonsumsi makanan kegemaran anda tersebut. Pasalnya, para ilmuwan di luar negeri baru-baru ini menemukan bahwa makanan yang digoreng, khususnya yang bertepung, ternyata mengandung akrilamida yang berbahaya bagi tubuh. Mungkin tidak sedikit pula masyarakat awam yang bertanya-tanya 'mahluk' apa itu akrilamida, karena baru pertama kali ini mendengarnya. Akrilamida, ujar Direktur Pusat Penelitian Tumbuhan Obat Universitas Nasional Dr Ernawati Sinaga MS Apt, adalah senyawa kimia yang biasa dipakai sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran (flokulan) dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM. Di luar negeri, umumnya air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida. Senyawa yang mempunyai nama lain 2-propenamida, etilen karboksamida, akrilat amida, serta vinil amida ini juga dipakai di laboratorium untuk menganalisa protein dan makro-makro molekul. Menurut Ernawati, ditemukannya akrilamida dalam makanan adalah hal yang baru. ''Kita tahu bahwa akrilamida itu sangat berbahaya bagi kesehatan, kita sudah tahu. Cuma tidak menyangka ada dalam makanan,'' ujar ahli biokimia ini. April lalu, sekelompok peneliti dari Universitas Stockholm, Swedia, melaporkan penemuan akrilamida pada makanan. Hasil penemuan mereka langsung dilaporkan kepada Swedish National Food Administration (SNFA) atau semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia (BPOM). Ternyata, makanan-makanan bertepung yang digoreng, dibakar, maupun dipanggang banyak mengandung akrilamida. Hasil penelitian ini langsung mendapat tanggapan serius dari WHO. Tak lama kemudian, Inggris, Norwegia, Swiss, dan Amerika Serikat mengadakan penelitian serupa. Mereka meneliti makanan-makanan yang digoreng, dibakar, dan dipangggang untuk dilihat kandungan akrilamidanya, ternyata banyak (lihat tabel). Besarnya perhatian yang diberikan terhadap akrilamida -- apalagi setelah ditemukan terdapat pada makanan -- cukup beralasan, mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan senyawa tersebut pada tubuh manusia. Menurut Ernawati, akrilamida menyebabkan kanker. Senyawa ini disebut zat neurotoksik karena merusak syaraf. Dia juga merusak sistem reproduksi. Bagi laki-laki, senyawa ini bisa menurunkan kesuburan. Sementara bagi ibu hamil yang termakan akrilamida, bayi yang dikandungnya berpotensi untuk lahir cacat (teratogen). Bagaimana akrilamida sampai terdapat pada makanan? Ernawati mengatakan, penelitian yang dilakukan sejauh ini menemukan bahwa akrilamida pada makanan berasal dari pembakaran makanan tersebut. Awalnya, muncul kecurigaan karena faktor kontaminasi (dari lingkungan sekitarnya). Ini mengingat akrilamida merupakan bahan dasar untuk membuat plastik, sementara plastik banyak digunakan sebagai bahan pembungkus makanan. ''Ternyata tidak. Kalaupun pembungkusnya itu mengandung akrilamida, hanya sedikit sekali yang bisa masuk ke dalam makanan. Jadi kemungkinan dari pembungkus ataupun dari luar kelihatannya minim,'' lanjut Ernawati. Ia mengatakan, yang paling mungkin adalah dari tepung dan zat-zat makanan lain. Zat-zat tersebut menghasilkan akrilamida ketika diproses pada suhu tinggi. Namun demikian bagaimana reaksi kimianya hingga terbentuk akrilamida, ujarnya, sampai saat ini memang belum diketahui. ''Sampai tadi malam saya coba cari-cari informasi di intenet juga belum ada,'' ungkap staf pengajar di Universitas Nasional ini pekan lalu. Ia mengatakan, sejauh ini ditemukan bahwa akrilamida terdapat pada makanan-makanan yang mengandung tepung (amilum). Berdasarkan penelitian, kripik kentang dan kentang goreng banyak sekali mengandung akrilamida. Sayangnya, belum diketahui apakah amilum kentang tersebut yang berpotensial membentuk akrilamida. Namun demikian, akrilamida tidak akan terbentuk jika bahan makanan yang bertepung itu direbus atau dikukus. Hal ini, ujar Ernawati, karena suhunya tidak setinggi kalau digoreng atau dipanggang. ''Karena kalau direbus itu suhu maksimal seratus. Sementara kalau dikukus, kalau sudah lewat seratus kan menguap, sehingga uapnya itu bisa menurunkan suhu,'' katanya. Tampaknya, sambung Ernawati, zat karbohidrat (tepung karbohidrat) yang dipanaskan pada suhu di atas 120 derajat akan potensial membentuk akrilamida. ''Kelihatannya nasi kalau dipanggang juga mengandung banyak akrilamida,'' ujarnya. Sementara di Indonesia, hingga saat ini tampaknya belum muncul reaksi serius terhadap akrilamida, baik dari Departemen Kesehatan, BPOM, maupun dari perguruan tinggi. Hal ini sangat disayangkan mengingat belum adanya data-data mengenai kandungan akrilamida pada makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Penelitian terhadap kandungan akrilamida, sejauh ini, baru dilakukan oleh negara-negara barat. Yang tentu saja dilakukan terhadap bahan-bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat mereka. Padahal, ungkap Ernawati, salah satu rekomendasi dari hasil pertemuan WHO yang digelar segera setelah menerima laporan dari SNFA, adalah agar negara-negara di luar Eropa dan Amerika melakukan penelitian serupa. ''Karena mereka tidak ada data. Jadi disarankan Depkes atau Badan POM di negara masing-masing di Asia ini untuk mengadakan penelitian itu. Tapi kelihatannya BPOM belum ada rencana penelitian ini akan dilakukan,'' ungkapnya. http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_fdsf_awas.php |
haaaiiii selamat datang di blog aq yg mungkin biasa2 aja., selamat membaca dan silakan membrikan komentarnya, uuppss tp komentar yg membangun yah., inilah dunia Q., ^_^
Kamis, 07 Juni 2012
Sintesis Amida
Kamis, 31 Mei 2012
poliester
Mesin cuci dewasa ini menjadi peralatan rumah tangga paling membantu
dalam kehidupan sehari-hari. Ritme aktifitas sehari-hari yang demikian
padat, apalagi bagi pasangan bekerja yang mengurus rumah tangga sendiri
tanpa pekerja rumah tangga, membuat hampir setiap rumah tangga
menggunakan mesin cuci sebagai sarana meringankan pekerjaan.
Disamping itu, mesin cuci pun sangat praktis dioperasikan dan menghemat waktu. Kita bisa mencuci pakaian sementara menyiapkan masakan untuk sarapan pagi. Belum lagi fungsi dari tabung pengeringnya sangat berguna bagi mereka yang tinggal di daerah padat dan memiliki anak batita. Pakaian menjadi lekas kering hanya diangin-anginkan saja.
Pemakaian mesin cuci yang cukup tinggi ini ternyata diduga menjadi salah satu penyebab polusi. Menurut laporan para ilmuwan, mesin cuci dianggap sebagai sumber utama penyebab polusi mikroplastik yang terdeteksi di sepanjang garis pantai laut di seluruh dunia. Air buangan dari mesin pencuci dideteksi mengandung serat-serat garmen yang diteliti menyerupai fragmen mikroplastik yang banyak terdapat di sepanjang garis pantai berpenduduk padat.
Mikroplastik sendiri adalah partikel kecil campuran sedikit polyester dan acrylic dengan ukuran lebih kecil dari 1mm. Terdapat dua sumber utama mikroplastik yaitu mikroplastik yang diproduksi secara langsung untuk pemakaian dalam industri (disebut mikroplastik primer), dan mikroplastik yang terbentuk di lingkungan sebagai konsekuensi dari kerusakan bahan plastik yang lebih besar, yang terpecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil lagi (disebut juga mikroplastik sekunder). Pecahnya bahan plastik tersebut disebabkan oleh kekuatan mekanis (misalnya gelombang) dan / atau proses fotokimia dipicu oleh sinar matahari, khususnya sinar UVB.
Mikroplastik yang terdapat dilautan tadi tentunya berdampak pada ekosistem laut, dan pada akhirnya juga akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan Mikroplastik yang berpotensi bahaya ini dapat tertransfer ke tubuh saat manusia mengkonsumsi ikan, dan bertahan di dalam sel tubuh berbulan-bulan lamanya.
Mikroplastik berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi organisme. Endoktrin gangguan oleh aditif plastik dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi manusia dan hewan. Namun efeknya secara langsung pada tubuh masih dilakukan penelitian panjang.
Berdasarkan penelitian panjang tadi, sudah selayaknya para produsen mesin cuci dan semua yang terkait untuk memikirkan dampak masa depan. Bagaimana menemukan dan mengembangkan metode yang dapat mengurangi pelepasan serat ke air cucian, sehingga meminimalkan mikroplastik dalam sistem pembuangan limbahnya.
Akan lebih bijak pula apabila kita sebagai pengguna meminimalkan pemakaian mesin cuci dengan pengaturan jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan aktifitas kita. Contohnya, sambil mandi, kita bisa mencuci 2-3 pakaian ringan dengan tangan. Dengan begini kita juga menghemat listrik dan air. Atau mungkin anda punya solusi yang lainnya?
Disamping itu, mesin cuci pun sangat praktis dioperasikan dan menghemat waktu. Kita bisa mencuci pakaian sementara menyiapkan masakan untuk sarapan pagi. Belum lagi fungsi dari tabung pengeringnya sangat berguna bagi mereka yang tinggal di daerah padat dan memiliki anak batita. Pakaian menjadi lekas kering hanya diangin-anginkan saja.
Pemakaian mesin cuci yang cukup tinggi ini ternyata diduga menjadi salah satu penyebab polusi. Menurut laporan para ilmuwan, mesin cuci dianggap sebagai sumber utama penyebab polusi mikroplastik yang terdeteksi di sepanjang garis pantai laut di seluruh dunia. Air buangan dari mesin pencuci dideteksi mengandung serat-serat garmen yang diteliti menyerupai fragmen mikroplastik yang banyak terdapat di sepanjang garis pantai berpenduduk padat.
Mikroplastik sendiri adalah partikel kecil campuran sedikit polyester dan acrylic dengan ukuran lebih kecil dari 1mm. Terdapat dua sumber utama mikroplastik yaitu mikroplastik yang diproduksi secara langsung untuk pemakaian dalam industri (disebut mikroplastik primer), dan mikroplastik yang terbentuk di lingkungan sebagai konsekuensi dari kerusakan bahan plastik yang lebih besar, yang terpecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil lagi (disebut juga mikroplastik sekunder). Pecahnya bahan plastik tersebut disebabkan oleh kekuatan mekanis (misalnya gelombang) dan / atau proses fotokimia dipicu oleh sinar matahari, khususnya sinar UVB.
Mikroplastik yang terdapat dilautan tadi tentunya berdampak pada ekosistem laut, dan pada akhirnya juga akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan Mikroplastik yang berpotensi bahaya ini dapat tertransfer ke tubuh saat manusia mengkonsumsi ikan, dan bertahan di dalam sel tubuh berbulan-bulan lamanya.
Mikroplastik berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi organisme. Endoktrin gangguan oleh aditif plastik dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi manusia dan hewan. Namun efeknya secara langsung pada tubuh masih dilakukan penelitian panjang.
Berdasarkan penelitian panjang tadi, sudah selayaknya para produsen mesin cuci dan semua yang terkait untuk memikirkan dampak masa depan. Bagaimana menemukan dan mengembangkan metode yang dapat mengurangi pelepasan serat ke air cucian, sehingga meminimalkan mikroplastik dalam sistem pembuangan limbahnya.
Akan lebih bijak pula apabila kita sebagai pengguna meminimalkan pemakaian mesin cuci dengan pengaturan jadwal yang disesuaikan dengan kebutuhan aktifitas kita. Contohnya, sambil mandi, kita bisa mencuci 2-3 pakaian ringan dengan tangan. Dengan begini kita juga menghemat listrik dan air. Atau mungkin anda punya solusi yang lainnya?
green.kompasiana.com/.../mesin-cuci-penyebab-polusi-yang-berbahaya
Lakton
GLIKOSIDA
LAKTON
Lakton
merupakan ester yang siklik. Glikosida
lakton mengandung suatu lakton yang mengikat glikon. Salah satu contoh senyawa lakton di alam
adalalah kumarin. Walaupun demikian,
glikosida yang mengandung kumarin sangat jarang di alam. Sebagai contoh glikosida derivat hidroksi kumarin
ditemukan dalam tanaman adalah scopolamin dalam Belladonna, limettin dalam
pohon citrus, serta skimmin dalam Japanese Star Anise (adas bintang
Jepang).
Kumarin,
dahulu digunakan dalam farmasi sebagai bahan aroma, dan beberapa derivat kumarin
masih digunakan karena sifat antikoagulannya.
Khasiat antispasmodik juga diperoleh dari kulit Viburnum prunifolium Linne (Blackhow) dan Viburnum opulus Linne, yang berkasiat adalah skopoletin
(6-metoksi-7-hidroksikumarin). Sediaan
dari obat tanaman ini sebagai uterin sedatif.
Kumarin merupakan senyawa yang
tersebar di berbagai tanaman, berasa pahit, aromatik, dan membakar. Khasiat lain dari tanaman ini adalah
antikoagulan darah (menghambat proses penjendalan) sehingga dapat digunakan
sebagai abortivum.
classbhe.files.wordpress.com/2012/.../glikosida.doc
Rabu, 30 Mei 2012
Ester
Sifat – Sifat Ester
Kata Kunci: senyawa ester, sifat ester
Ditulis oleh Zulfikar pada 24-10-2010
Ester
dengan jumlah atom Karbon sedikit atau rantai yang pendek memiliki
sifat mudah menguap dan berwujud cair. Sedangkan ester dengan rantai
yang panjang ditemukan pada minyak (berwujud cair) dan lemak (padat)
yang merupakan senyawa triester. Minyak dan lemak tidak larut dalam air
tetapi larut dalam benzena, eter dan CS2.Reaksi esterifikasi merupakan reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol, reaksi ini berlangsung dalam suasana asam, seperti persamaan di bawah ini.
Reaksi esterifikasi merupakan reaksi yang dapat balik. Sehingga ester dapat dihidrolisis oleh air pada suasana asam. Hasil reaksi ini adalah asam karboksilat dan alkohol.
Hidrolisis dari ester dalam suasana basa, menghasilkan sabun dan alkohol, lihat persamaan reaksi pada Bagan 12.60.
Bagan 12.60. Reaksi hidrolisis ester dalam suasana basa
www.chem-is-try.org/kata_kunci/senyawa-ester/
Permasalahan :
Ester dalam bentuk minyak dan lemak tidak dapat larut dalam air, tetapi mengapa ester dapat dihidrolisis oleh air ?
Langganan:
Postingan (Atom)